Tampilkan postingan dengan label Fiksimini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksimini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Sebatang Rokok Diujung Kematian


Karya : Rezzhna Ombak

Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuanku hidup. Apakah aku hidup hanya untuk menunggu mati? Namun mengapa kematian itu tak kunjung datang, padahal aku sudah siap lahir batin jika harus bertemu sang pencipta. Delapan puluh tahun sudah aku menghirup indahnya aroma kehidupan, namun aku tak pernah tau makna dari kehidupan, yang aku tau selama ini aku hanya bercumbu dengan sebatang rokok dan bersenggama dengan asap.

Selasa, 21 Mei 2013

Badai Asmara


Karya : Rezzhna Ombak

Ketika perbedaan menjadi halangan, aku tak dapat berbuat apa-apa, hanya bergelut dengan resah dan bercengkrama dengan gelisah. Kelam, risau semuanya menari dalam fikiranku, bergelut dengan keluh kesah. Gundah gulana menjadi sahabat dalam menikmati secangkir kelam.

Minggu, 19 Mei 2013

Negeri Janji



Karya : Rezzhna Ombak

Aku masih ingat saat mereka berkoa-koar menebar benih-benih janji yang kelak akan mereka panen menjadi lembaran rupiah. Dan masih tergambar jelas dalam benak mahar seribu janji yang mereka berikan, yang kelak ketika aku dicerai nanti mahar itu akan menjadi pasti. Tapi bukan untuk diriku, melainkan untuk diri mereka sendiri. Aku juga masih ingat saat mereka memeluk tubuhku yang bermandikan keringat tanpa rasa jijik. Namun hanya sementara. Ternyata, aku hanya dijadikan ganjal kursi. Aih, kenapa aku baru sadar?

Kamis, 02 Mei 2013

Ajari Aku Bahasa Hati


Karya : Rezzhna Ombak

Apabila aku layu di antara seribu satu mawar yang tengah merekah, apakah kau akan memetiku? Jika memang rasa cinta ini mengalahkan semua rasa yang ada pada hatimu, ajarilah aku bahasa hati. Pelangi di bibir manismu dirundung mendung yang tak berujung. Siluet cinta yang kau lukis di bawah senja hanya menggoreskan cerita duka.