Selasa, 16 Juli 2013

Waktu


Karya : Rezzhna Ombak

Tak pernah ada yang tau tentang kematian, Tuhan yang mengatur semuanya. Hari ini, esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau mungkin hanya tinggal lima menit lagi kita akan mati, Tuhan telah membuat rencana.

Atap Besi


Karya : Rezzhna Ombak

Hidup ini indah jika menikmatinya, akan terasa berat jika kita membebaninya dengan pemikiran-pemikiran berbau sampah. Bermimpi boleh saja, asal jangan jadikan bermimpi itu sebagai profesi. Bermimpi itu hanya sebagai selingan dikehidupan kalian, agar tidak terlalu jenuh dengan perjalanan usia yang tengah ditempuh. Tapi itu semua tak berlaku untukku. Aku sudah mewujudkan semua mimpi, jadi tak ada lagi impian-impian konyol yang mengganggu.

Okta Likha



Aku adalah segumpal risau yang terhempas dari kelam
Secarik resah yang tertinggal amarah
 Dan sebongkah luka yang di caci gundah gulana

Rabu, 12 Juni 2013

Jerit Senja


Karya : Rezzhna Ombak


Pilu
Nafas kehidupan di negeriku memilukan
Ngilu
Aku membayangkan jerit kelaparan itu
Pedih
Kala kulihat korupsi tumpang-tindih
Senja menjerit
Kelabulah warna langit negeri
Menangislah bumi pertiwi
Tergadaikan lah harga diri sang dwiwarna
Burung garuda hanya menjadi sejarah yang terlupa
Bineka tunggal ika tak lagi satu dalam rasa
                                                                                                               


Barengkok, 15 Oktober 2012

Jumat, 07 Juni 2013

Kehidupan

Karya : Fadri Irman

Tik tak tik tak tik tak
tiktak tiktak tiktak tiktak
taktik taktik taktik taktik
Tak tik tak tik tak tik
kehidupan

Senin, 27 Mei 2013

Kaki Langit

Karya: Fadri Irman


rimba nusantara terkikis peradaban
cakrawala robek dilubangi polusi
raungan buldozer menyulap pohon jadi beton
dua bocah bernyanyi dan menari dalam lolongan nestapa
tungku tak lagi melukis langit
kepulan asap mengerogoti cerobong kerakusan
tragedi selalu menghantui
kekeringan terpatri di pojok jiwa
sungai lumpuh
tanah retak
hijau menjelma tandus
petani tersentak
rinai pun enggan singgah di bumi nusantara lagi
tak ada embun yang mengundangnya
di kaki langit dua bocah mengadu
akankah rimba terakhir berganti beton-beton tertata!
Cilegon, 17 Desember 2012

Rabu, 22 Mei 2013

Kongres Pecundang


Karya:
Fadri Irman

TEATER OMBAK

TIM PRODUKSI

Pelindung: Allah SWT
Penasihat Produksi: Nana Juhyana, M.Si. Barni, M.Pd.
Penanggungjawab: Drs. Hadi Nugraha, M.Pd ( Kepala SMAN 1 Wanasalam )

Pembina: Fadri Irman, S.Pd
Pimpinan Produksi: Haerudin
Sutradara: Fadri Irman, S.Pd
Astrada: Dadang Ombak
Aktor: 
Rezzhna Ombak
Haerudin
Mika Tineung
Siti Fauziah
Susi
Yusuf



 MUSIK BY
Ombak Senja


TEATER OMBAK MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA :
Tuhan Yang Maha Esa, Tukang Sekolah, Tukang Nasi Uduk, Tukang Jaga Rental Komputer, Tukang Edit, Tukang Bensin, Tukang Bikin Acara, Tukang Sapu, Tukang Naskah, Tukang Mikir  Adegan, Tukang Mikir Musik, Tukang Bakwan, Tukang Kopi, Tukang Pulsa, Tukang Jaga Hotel,  dll