Karya: Fadri Irman
rimba nusantara terkikis peradaban
cakrawala robek dilubangi polusi
raungan buldozer menyulap pohon jadi beton
dua bocah bernyanyi dan menari dalam lolongan nestapa
tungku tak lagi melukis langit
kepulan asap mengerogoti cerobong kerakusan
tragedi selalu menghantui
kekeringan terpatri di pojok jiwa
sungai lumpuh
tanah retak
hijau menjelma tandus
petani tersentak
rinai pun enggan singgah di bumi nusantara lagi
tak ada embun yang mengundangnya
di kaki langit dua bocah mengadu
akankah rimba terakhir berganti beton-beton tertata!
Cilegon, 17 Desember 2012
Senin, 27 Mei 2013
Rabu, 22 Mei 2013
Kongres Pecundang
Karya:
Fadri Irman
TEATER OMBAK
TIM PRODUKSI
Pelindung: Allah SWT
Penasihat Produksi: Nana
Juhyana, M.Si. Barni, M.Pd.
Penanggungjawab: Drs. Hadi
Nugraha, M.Pd ( Kepala SMAN 1 Wanasalam )
Pembina: Fadri Irman, S.Pd
Pimpinan Produksi: Haerudin
Sutradara: Fadri Irman, S.Pd
Astrada: Dadang Ombak
Aktor:
Rezzhna Ombak
Haerudin
Mika Tineung
Siti Fauziah
Susi
Yusuf
MUSIK BY
Ombak Senja
TEATER OMBAK MENGUCAPKAN
TERIMAKASIH KEPADA :
Tuhan Yang Maha Esa, Tukang
Sekolah, Tukang Nasi Uduk, Tukang Jaga Rental Komputer, Tukang Edit, Tukang
Bensin, Tukang Bikin Acara, Tukang Sapu, Tukang Naskah, Tukang Mikir
Adegan, Tukang Mikir Musik, Tukang Bakwan, Tukang Kopi, Tukang Pulsa,
Tukang Jaga Hotel, dll
TIK
Karya : Fadri Irman
Sinopsis:
Arya adalah Seorang lelaki separuh baya asik dengan memainkan jari-jemarinya di atas tombol mesin tik. Irama mesin tik tua itu membuatnya tidak kesepian karena menurut dia, nada yang dikeluarkan melebihi nada yang ada di dunia ini. Karena keasikannya dengan mesin tik ini terjadilah percekcokan dengan Lastri. Lastri adalah istri dari Arya. Lastri meminta Arya segera menghentikan kerjaannya dalam berkarya, sebab menurut Lastri itu tidak ada artinya. Lalu Arya pun memikirkan apa yang disamapikan Lastri dan Arya akan berhenti dalm berkaray. Tetapi ketika Arya akan berhenti berkarya muculah Lelaki dari masa silam.
Lelaki dari masa silam itu adalah Multatuli yang bangkit karena kerisauan penduduk pribumi. Sebenarnya Multatuli itu adalah jelmaan yang pernah ada dalam karya Arya. Multatuli menginginkan Arya terus berkarya, karena hanya Aryalah yang mampu memberontak melalui tulisan akan kekejaman dan penindasan para penguasa. Arya merasa bingung apa yang disampaikan Multatuli.
Tiba-tiba muncul Nyi Roro Kidul. dan meminta Arya agar menuliskan karya yang membuat namanya baik kembali. Sebab gara-gara penulislah nama dia dipercaya yang mengakibatkan kematian bagi yang hanyut ditelan ombak selatan.
.
Apakah yang terjadi pada diri arya?
Selamat Menyaksikan.
Arya adalah Seorang lelaki separuh baya asik dengan memainkan jari-jemarinya di atas tombol mesin tik. Irama mesin tik tua itu membuatnya tidak kesepian karena menurut dia, nada yang dikeluarkan melebihi nada yang ada di dunia ini. Karena keasikannya dengan mesin tik ini terjadilah percekcokan dengan Lastri. Lastri adalah istri dari Arya. Lastri meminta Arya segera menghentikan kerjaannya dalam berkarya, sebab menurut Lastri itu tidak ada artinya. Lalu Arya pun memikirkan apa yang disamapikan Lastri dan Arya akan berhenti dalm berkaray. Tetapi ketika Arya akan berhenti berkarya muculah Lelaki dari masa silam.
Lelaki dari masa silam itu adalah Multatuli yang bangkit karena kerisauan penduduk pribumi. Sebenarnya Multatuli itu adalah jelmaan yang pernah ada dalam karya Arya. Multatuli menginginkan Arya terus berkarya, karena hanya Aryalah yang mampu memberontak melalui tulisan akan kekejaman dan penindasan para penguasa. Arya merasa bingung apa yang disampaikan Multatuli.
Tiba-tiba muncul Nyi Roro Kidul. dan meminta Arya agar menuliskan karya yang membuat namanya baik kembali. Sebab gara-gara penulislah nama dia dipercaya yang mengakibatkan kematian bagi yang hanyut ditelan ombak selatan.
.
Apakah yang terjadi pada diri arya?
Selamat Menyaksikan.
AKU INGIN DI BACA
Karya: Fadri Irman
Sinopsis
Aku senang dalam dunia tanpa kata, aku tabah penuh harapan, untung malang menambah gairah, untuknya akan ku pikul segala beban derita. Aku rela memikul segala asalkan nasib jangan merenggutnya dariku, tiada ku hirau pukulan malapetaka, suka cita dalam duka citaku.
Penjajahan telah menghancurkan sistem kepercayaan masyarakat Lebak, sehingga membuat kepedihan akibat rakusnya penguasa Negri. Multatuli adalah Kolonial Belanda yang haus akan sanjungan rakyat Parung Kujang. Cara licik dan busuk di pilih agar tujuanna tercapai yaitu dengan memprovokasi rakyat pribumi bahwa Adipati sangat kejam dalam memimpin rakyat, alhasil penduduk pribumi kagum karenanya dan menganggap bahwa Multatuli adalah pahlawan yang sebenarnya.
Pemerasan, penindasan, perampasan hak, dan asmara berkecamuk hancur lebur menjadi fenomena yang tak jelas keberadaannya. Hal ini membuat Saijah harus merantau ke Lampung untuk mencari uang agar dapat menikahi Adinda untuk memulai hidup baru bersamanya yang berjanji akan kembali setelah cukup tiga kali dua belas bulan.
Semenjak kepergian Saijah, Adinda merasa hidupnya hampa kerna sebagai perempuan yang normal ia butuh cinta, belaian kasih sayang, dan kehangatan agar kebutuhan biologisnya terpenuhi. Karna alas an itulah berkali-kali Adinda melakukan hubungan mesum dengan Adipati.
Melihat kecantikan Adinda Multatuli pun tergoda dan mencari cara agar dapat tidur bersamanya melewati malam-malam semu dalam buaian gairah terlarang. Akhirnya Adinda terjebak dalam perangkap Multatuli. Tanpa di sadari ketika Adinda dan Multatuli bercumbu dalam indahnya nafsu biru datanglah Saijah dan memergoki mereka berdua. Saijah murka amarahnya tak terbendung terjadilah duel yang sangat hebat, Adinda mati di cekik Saijah, sementara Saijah tewas tertembak timah panas Multatuli.
Sinopsis
Aku senang dalam dunia tanpa kata, aku tabah penuh harapan, untung malang menambah gairah, untuknya akan ku pikul segala beban derita. Aku rela memikul segala asalkan nasib jangan merenggutnya dariku, tiada ku hirau pukulan malapetaka, suka cita dalam duka citaku.
Penjajahan telah menghancurkan sistem kepercayaan masyarakat Lebak, sehingga membuat kepedihan akibat rakusnya penguasa Negri. Multatuli adalah Kolonial Belanda yang haus akan sanjungan rakyat Parung Kujang. Cara licik dan busuk di pilih agar tujuanna tercapai yaitu dengan memprovokasi rakyat pribumi bahwa Adipati sangat kejam dalam memimpin rakyat, alhasil penduduk pribumi kagum karenanya dan menganggap bahwa Multatuli adalah pahlawan yang sebenarnya.
Pemerasan, penindasan, perampasan hak, dan asmara berkecamuk hancur lebur menjadi fenomena yang tak jelas keberadaannya. Hal ini membuat Saijah harus merantau ke Lampung untuk mencari uang agar dapat menikahi Adinda untuk memulai hidup baru bersamanya yang berjanji akan kembali setelah cukup tiga kali dua belas bulan.
Semenjak kepergian Saijah, Adinda merasa hidupnya hampa kerna sebagai perempuan yang normal ia butuh cinta, belaian kasih sayang, dan kehangatan agar kebutuhan biologisnya terpenuhi. Karna alas an itulah berkali-kali Adinda melakukan hubungan mesum dengan Adipati.
Melihat kecantikan Adinda Multatuli pun tergoda dan mencari cara agar dapat tidur bersamanya melewati malam-malam semu dalam buaian gairah terlarang. Akhirnya Adinda terjebak dalam perangkap Multatuli. Tanpa di sadari ketika Adinda dan Multatuli bercumbu dalam indahnya nafsu biru datanglah Saijah dan memergoki mereka berdua. Saijah murka amarahnya tak terbendung terjadilah duel yang sangat hebat, Adinda mati di cekik Saijah, sementara Saijah tewas tertembak timah panas Multatuli.
Sebatang Rokok Diujung Kematian
Karya : Rezzhna Ombak
Sampai sekarang aku masih
bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuanku hidup. Apakah aku hidup hanya untuk
menunggu mati? Namun mengapa kematian itu tak kunjung datang, padahal aku sudah
siap lahir batin jika harus bertemu sang pencipta. Delapan puluh tahun sudah
aku menghirup indahnya aroma kehidupan, namun aku tak pernah tau makna dari
kehidupan, yang aku tau selama ini aku hanya bercumbu dengan sebatang rokok dan
bersenggama dengan asap.
Selasa, 21 Mei 2013
Misteri Dibalik Buku
Karya : Rezzhna Ombak
Buku
adalah jendela dunia, pepatah seperti itu sudah tidak asing lagi didengar
bukan? Dan semua orang yang pernah bernafas di era millennium 2000 ini pasti pernah menedengar pepatah seperti itu.
Namun ada satu kalimat dalam bahasa asing yang mungkin terdengar lebih keren
meski punya arti yang hampir mirip Without
books, history is silent, literature dumb, science crippled,
Waktu
(Suara music mengawali pertunjukan dantubuh-tubuh menggeliat risau di panggung kehidupan. Deskripsi teka-teki berirama dalam aorta. Ruh teks bangkit dalamlaku yang selama ini beku tak menentu)
“Buyut nitipkeun ka puun
Nagara satelung puluh telu
Bangawan sawidak lima pancer salawenagara
Gunung teumenang dilebur
Lebak teu meunang dirusak
Larangan teu meunang direumpak
Buyut teu meunang dirobah
Lojor teumenang dipotong
Pendeuk teu meunang disambung
Nulain kudu dilainkeun
Nu ulah kudu diulahkeun
Nu enya kudu di enyakeun”
Langganan:
Postingan (Atom)